Disintergrasi kekaisaran Romawi Barat adalah suatu krisis besar dalam sejarah peradaban barat sehingga terbentangnya jurang antara zaman klasik dan zaman pertengahan, namun sesungguhnya kedua zaman tersebut terjalin suatu garis kesinambungan.
Periodisasi dalam sejarah peradaban sebenarnya hanyalah satu cara untuk memahami perbedaan-perbedaan aspek-aspek fundamental dalam kebudayaan. Zaman pertengahan dimulai dari runtuhnya kekaisaran Romawi Barat sampai jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453. Abad pertengahan lazim disebut Zaman gelap.
Di kalangan sarjana beredar keyakinan bahwa zaman pertengahan adalah masa-masa menguntungkan bagi perkembangan umat manusia. Zaman pertengahan banyak disebut sebagai zaman gelap, akan tetapi meskipun disebut zaman gelap, zaman pertengahan bukanlah tanpa prestasi yang berarti bagi perkembangan bangsa barat.
  
Kekaisaran Byzantin
Kekaisaran Byzantium adalah kelanjutan dari kekaisaran Romawi dalam abad pertengahan. Meskipun dengan banyaknya anasir-anasir kekaisaran Romawi kita tidak dapat begitu saja mengatakan kapan Kekaisaran Romawi berakhir dan kapan Kekaisaran Byzantium lahir.
Telah banyak kesalah-pahaman tentang Byzantium. Buku sejarah pada umumnya menyatakan bahwa “Roma jatuh pada tahun 476” Byzantium tidak menghasilkan apa-apa, sehingga zaman pertengahan disebut zaman kegelapan. Orang yang bertanggung jawab atas kekeliruan ini adalah Edward Gibbon ( 1794 ) yang menulis karya besarnya “Decline and Fall of the Roman Empire” yang terbit sesaat sebelum revolusi Perancis terjadi.
  

Bagaimanakah kenyataan yang sebenarnya ?
Setelah Romawi runtuh, Byzantium adalah benteng pertahanan peradaban Eropa Barat dari serangan musuh yang mencoba menerobos tembok Konstantinopel. Meskipun berusaha diterobos Byzantium menunjukkan keperkasaannya. Selama kaum Bar-bar tak mampu menyerang Konstantinopel, upaya penyelamatan peradaban Eropa masih tetap berlangsung. Selanjutnya Byzantium berhasil memblokir jalan dari Asia ke Eropa guna menghalangi orang Arap yang akan menyebarkan agama Islam ke Eropa timur dan tengah.

Geografi Byzantium.
Wilayahnya meliputi Yunani, Semenajung Balkan sebelah selatan, Asia barat hingga Lembah Eufrat-Tigris, Mesir dan sebagian Italia. Sampai abad ke-15, wilayah Byzantium digerogoti oleh musuh-musuh lainnya. Akkihrnya kekuasaan Byzantium hanya tinggal berupa sebuah jalur kecil sepanjang pantai utara Bosporus dan Dardanela, termasuk Konstantinopel.

Aspek-aspek Ekonomi
Meskipun perekonomian di daerah Mediterania mengalami kemunduran, Byzantium tetap makmur. Di sinilah kejayaan lama perekonomian Yunani berlanjut.
Produksi Sutera dan industri manufaktur barang-barang sutera merupakan topangan utama ekonomi Byzantium. Industri Manufakturnya dibangun di Konstantinopel, Tyrus dan Beirut. Keunggulan dalam perlengkapan memungkinkan para pedagang Byzantin memonopoli perdagangan sutra ini hingga ke Eropa barat.

Konstantinopel
Kota ini didirikan oleh kaisar Kostantin ( 337 ). Sebelah utara dibatasi oleh Golden Horn ( Tembok Emas ), laut Marmora di sebelah selatan dan selat Bosporus di sebelah timur. Tembok ini disebut tembok Kostantin, dibangun tahun 324 sampai 330.
Gedung-gedung megah dibangun di bagian timur semenanjung. Disinilah dibangun pasar raya terbuka yang disebut Forum Augustaeum. Di pasar itulah berdiri Tonggak emas ( Golden Milestone ). Selain pasar raya dibangun pula kolam Zeuxippus, rumah senat, tempat para uskup, serta istana Konstantinopel. Di sebelah barat Forum Augestaeum terdapat Hippodrome, tempat pacuan raksasa. Di ujung utara terdapat Kathisma, tempat kaisar menyaksikan pacuan kuda. Tidak jauh dari tempat pacuan berdiri sebuah gereja St. Sophia.
Seiring dengan berkembangnya aktivitas bisnis,lahirlah kelompok-kelompok sosial baru. Mereka adalah para notaris, tukang emas, bankir, pedagang sutera, pedagang linen, agen minyak wangi, pembuat lilin dan lain sebagainya.

Persia dan pengaruhnya terhadap Byzantium.
Kekaisaran Byzantium sebenarnya meminjamgagasan tentang tata pemerintahan dari para penguasa Sassanid. Pemerintahan yang dibentuk oleh Kaisar Diocletianus berasal dari Persia. Dan semua tata hukum atau peradilan, pejabat yang bersujud pada raja dan lainnya berasal dari Persia. Pada masa pemerintahan Alexander Agung, Persia mengalami kemunduran, tiba-tiba bangkit kembaliketika Ardashir I merebut kekuasaan.
Agama bangsa Persia kuno adalah Zoroaster, selama lima abad Persia dikalahkan pleh Alexzander Agung ternyata tetap bertahan. Dengan bertahannya agama itu, mereka hampir-hampir tidak terpengatuh ajaran agama misteri Yunani dan Romawi maupun Kristen.
Untuk menunjukkan kekuasaan, para raja mengenakan mahkota serta berpakaian serba gemerlap, semua atribut terbua dari emas dan perak. Sebegitu absolut kekuasaan raja sampai-sampai orang yang akan mengahdap harus berjalan dengan lutut. Peraturan ini mutlak harus dipatuhi.

Gereja “Caesaropapisme”
Byzantium adalah kekaisaran Kristen. Gereja sebagai institusi ditangani oleh para pengurus yang terdiri dari uskup, uskup besar, rohaniawan, kepala biara, biarawandan biarawati.
Uskup atau Patriarkh Konstantinopel adalah kepala gereja yang menurut ketentuan diangkat dan dipilih oleh para dewan keuskupan, namun kenyataanya diangkat oleh kaisar
Memang Patriakh-lah yang memahkotai kaisar, namun hal itu bukan kapasitasnya sebagai kepala gerejamelainkan sebagai warga utama kaisar. Kemudian kaisar menjadi sebagai wakil tuhan di bumi. Kemudia gerja dikonfrontasikan sebagai gereja-negara. Kontrol atas gerja ini disebut “Caesaropapisme”- konsepsi khas Byzantium.

Sejarah militer Byzantium
Sebagaimana diketahui, Byzantium mempunyai asset ekonomi yang tidak tertandingi. Pemasukan kas cukup melimpah. Dengan kekayaan seperti ini memungkinkan Byzantium memiliki pasukan reguler, yang jumlah anggotanya sebanyak 120.000 orang, mereka adalah prjurit yang terlatih dan memperoleh gaji teratur.
Dalam menghadapi bahaya yang lebih besar, selain menggunakan pasukan reguler juga ditambah denganpasukan sewaan. Mereka berasal dari Varangia yang menjual jasanya pada kaisar Konstantinopel. Mereka biasanya berupa pasukan kaveleri yang dilengkapi busur dan tomabak.
Peranan Angkatan laut dalam mempertahankan kejayaan Byzantium juga tak kalah penting. Angkatan laut Byzantium mampu memukul mundur tentara Arab dari Konstantinopel, berkali-kali pula mereka menundukkan kapal bajak laut Arab. Pada tahun 961 mereka berhasil merebut pulau Kreta dari tangan orang Arab.

Musuh-musuh Byzantium.
Musuh-musuh Byzantium antara lain adalah oran Slav selatan yang mendiamiLembah Danube. Mereka menyebrangi sungai secara sembunyi-sembunyi dan akhirnya masuk ke semenanjung Balkan dan menduduki daerah subur yang tidak berpenduduk. Menjelang abad ke-6 mereka akhirnya menemukan jalan masuk ke Yunani
Musuh yang lainnya adalah, orang-orang Hun memporak porandakan semenanjung Konstantinopel, orang-orang Avar menduduki Lembah Danube tengah dan Balkan.
Orang-orang Slav dan suku nomaden lainnya tidak mampu melawan pasukan Byzantium yang cukup solid. Namun hal ini jauh berbedda dengan musuh-musuh di lembah Eufrat-Tigris. Selama empat abad hubungan dengan wangsa sassanid di Persia berbentuk permusuhan. Perang yang paling hebat adalah antara Kaisar Justinianus dari Byzantium dengan Raja Khosru dari Persia.

Kehidupan Intelektual di Byzantium
Setiap anggita atas Konstantinopel percaya bahwa pendidikan yang baik merupakan hal yang tak terelakkan bagi kewarganegaraan. Anak laki-laki usia enam tahun mulai diperkenalkan pada tata bahasa Yunani, kemudian mereka dilatih untuk mengarang dalam bahasa Yunani Attika, membaca karya klasik, serta menghapal syair panjang Homerus.
Dalam usia 14 tahun mereka diajari retorika. Mereka mulai diperkenalkan pada orator, penulis prosa, serta filsuf. Geometri, Arithmatika, astronomi dan musik, empat mata pelajaran yang di Eropa barat dikenal dengan Quadrivium. Perpustakaan tentang karya-karya klasik dibangun di berbagai tempat, begitu pula dengan sekolah-sekolah.
Pada abad ke-10 sarjana yang bernama Suidas berhasil menyusun sebuah kamus dan ensiklopedi yang berisi kutipan penting dari karya sastra besar. Sarjana yang lain adalah Michael Psellus dianggap sebagai semacam kebangkitan platoisme, karena dia begitu mengagumi Plato.

Ilmu pengetahuan
Byzantium memang sukses dalam bidang perdagangan, peperangan, administrasi pemerintahan dan peratanian. Tetapi dalam bindang ilmu pengetahuan mereka menerbitkan kembali ilmu pengetahuan lama, misalnya dalam bidang kedoteran.
Seorang praktikus lain yang pantas dicatat adalah ahli bedah Paul Aegina, yang menulis Epitome, yang berisi ringkasan tentang pengetahuan dokter pada zamannya. Dia ahli dalam operasi amandel, dada yang terinfeksi dan lain sebagainya.

Seni Byzantium
Dalam sejarah seni Byzantium menduduki posisi tertinggi. Konstantinpel penuh dengan bangunan megah tempat ibadah umat kristen, bangunan itulah yang merupakan puncak prestasi arsitektur Byzantium. Setelah Kristen resmi pada 312, bangunan yang bernama Basilica bertebaran di daerah Romawi Timur. Bangunan itu beratap berbentuk kubah raksasa yang disusun dengan cermat terbuat dari batu.
Ciri kahs bangunan Byzantium adalah keserba-agungan yang memberikan efek impresif diatas segalanya seperti yang ditulis Charles Diehl dalam The Cambridge Medieval History.
Figur yang digambarkan hampir semuanya berkaitan dengan agama. Seni Byzantium pada dasarnya adalah seni cangkokan. Unsur-unsur diambil propinsi tentangga, namun yang paling dominan adalah dari Yunani. Dari Syria mereka mengambil ide tentang kubah. Dari Persia mereka mengadopsi desain binatang da tumbuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s